GUNUNG KIDUL

Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung Kidul ini merupakan kabupaten yang terletak di sebelah selatan dan berbatasan langsung dengan laut selatan atau Samudera Pasifik. Gunung Kidul juga merupakan kabupaten yang wilayahnya berupa dataran tinggi. inilah mungkin yang membuat kabupaten ini diberinama Gunung Kidul. Nama Gunung Kidul sendiri dalam bahasa Jawa berarti “Gunung di sebelah Selatan”. Gunung Kidul ini merupakan satu wilayah kabupaten yang masih alami dan masyarakatnya pun banyak yang masih bersifat tradisional. Gunung kidul juga merupakan satu wilayah yang masih kental dengan budayanya. Masih banyak sekali upacara atau ritual- ritual tradisional yang seringkali diadakan di wilayah kabupaten ini. Masyarakatnya pun juga masih banyak yang percaya pada hal- hal “klenik” atau mistis. Namun dibalik itu semua, tahukah Anda bahwa Gunung Kidul ini mempunyai keindahan alam yang sangat mempesona?

Berbicara mengenai keindahan alam atau pemandangan, Gunung kidul ini mempunyai banyak sekali pemandangan yang sangat indah. Keadaan alamnya yang masih alami membuat Gunung kidul ini terlihat asri dan adem bilang di pandang mata. Wilayah gunung kidul juga merupakan wilayah yang sejuk karena masih banyak pepohonan yang terdapat di wilayah ini. Ditambah lagi bentuk alam yang banyak terdapat perbukitan dan juga lautan sehingga menambah eloknya wilayah gunung kidul ini.

Karena keindahan pemandangan yang ada di Gunung Kidul, membuat kabupaten ini menjadi cepat sekali tersohor, terlebih di telinga para pelancong atau wisatawan yang senang mengeksplor alam. Banyak sekali tempat- tempat alam yang menarik di Gunung kidul ini. Tempat- tempat yang menarik ini bermacam- macam jenisnya, seperti pantai, gunung atau bukit, air terjun, sungai, goa, hingga sungai bawah tanah. Gunung kidul memang seperti surga dengan segala keindahannya. Tempat- tempat wisata ini dapat dengan mudah kita temukan meskipun terkadang medan yang kita lalui cukup terjal dan menantang.

Seiring dengan perkembangan dari waktu ke waktu, pemerintah Kabupaten Gunung Kidul ini memajukan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor andalah di Gunung Kidul, mengingat wilayah Gunung kidul ini mempunyai pemandangan yang luar biasa indahnya. Sekarang ini, Gunung Kidul menjadi salah satu tujuan wisata yang diburu oleh banyak sekali wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dan seiring dengan kemajuan sektor pariwisata di Gunung Kidul ini, banyak terjadi pembangunan yang pesat di wilayah ini, sehingga Gunung Kidul ini semakin maju dan tidak ketinggalan dengan wilayah- wilayah di sekitarnya. Diantara pembangunan tersebut yang paling banyak adalah pembangunan villa- villa atau penginapan. Bila kita telusuri satu per satu, maka kita akan menemukan banyak sekali tempat wisata di Gunung Kidul ini.

Beberapa tempat wisata di gunung kidul :

  1. Pantai Indrayanti
Pantai Indrayanti

Gunung Kidul memang merupakan kawasan atau wilayah yang sangat terkenal dengan pantai pasir putihnya. Berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik membuat Gunung Kidul ini kaya akan pantai yang Indah dan berpasir putih. Bila kita telusuri sepanjang garis pantai ini, maka kita kan menjumpai banyak sekali pantai yang ada di wilayah ini. Salah satu pantai indah yang ada di Gunung Kidul adalah pantai Indrayanti. Pantai Indrayanti juga dikenal dengan nama pantai Pulang Sawal. Seperti pantai pada umumnya di Gunung Kidul, pantai Indyaranti ini memiliki hamparan pasir putih dengan laut yang berwarna biru yang jernih. Pantai Indrayanti ini merupakan salah satu tujuan wisata atau objek wisata yang  telah mengalami sentuhan modern oleh tangan pemerintah berupa infrastuktur dan juga fasilitas- fasilitas untuk para wisatawan.

Di sepanjang bibir pantai Indrayanti ini kita dapat menemukan deretan restoran yangmenyajikan menu khas laut dan juga kelapa muda. Ada lagi yang akan memanjakan Anda adalah tersedianya persewaan jet sky yang dapat Anda sewa jika ingin bermain di tengah laut yang bersih ini. Selain itu di pantai Indrayanti ini juga disediakan beberapa cottage yang dapat Anda gunakan jika ingin menghabiskan waktu malam Anda di pantai ini dan menikmati keindahan malam di pantai ini. Pantai Indrayanti ini juga terkenal sebagai pantai yang roamantis dan merupakan tempat wisata yang cocok untuk anak muda. Pantai Indrayanti ini beralamat di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung kidul.

  1. Pantai Baron
Pantai Baron

Tempat wisata kedua yang yang terkenal di Gunung Kidul adalah pantai Baron. Pantai Baron merupakan salah satu pantai yang juga menawarkan panorama laut yang indah. Pantai Baron ini begitu dikenal di kalangan wisatawan sehingga banyak didatangi oleh para wisatawan. Pantai Baron ini begitu terkenal dengan masakan lautnya. Di pantai ini kita dapat dengan mudah menemukan aneka kuliner laut seperti lobster, ikan kakap, ikan bawal putih, tongkol, peyek undur- undur, hingga gorengan coro laut. Banyak seklai pedagang yang menjajakkan barang dagangannya di sini. Pantai Bron ini juga merupakan dermaga bagi para neayan, sehingga kita dapat menemukan pelelangan ikan di pantai ini.

Pantai Baron ini sesungguhnya merupakan sebuah teluk dengan keberadaan dua buah bukit yang mengapit pantai tersebut pada sisi sebelah kanan dan kirinya. Tidak seperti pantai di Gunung Kidul kebanyakan, pantai Baron ini memiliki pasir yang berwarna coklat dan bukan putih. Di beberapa meter dari bibir pantai kita dapat menjumpai sebuah pulau kecil yang muncul di tengah- tengah laut. Di pulau kecil itulah biasanya para wisatawan bermain dan menjemput ombak disana. Untuk dapat mencapai pulau tersebut kita dapat menyeberang laut kecil seperti sungai dengan berjalan kaki. Tempat ini akan terasa sangat mengasyikkan jika kita berkunjung ke sana beramai- ramai. Di dekat pantai Baron ini kini telah dibangun beberapa hotel yang dapat Anda gunakan jika ingin menghabiskan malam di pantai Baron ini. Untuk mencapai Pantai Baron ini tidak terlalu sulit. Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul.

  1. Pantai Siung
Pantai Siung

Destinasi wisata selanjutnya yang ada di Gunung Kidul yang banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah pantai Siung. Pantai satu ini sangat terkenal dengan arena panjat tebingnya dengan ketersediaan 250 jalur pemanjatan. Masing- masing jalur pemanjatan ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda- beda. Sehingga pas sekali bagi Anda yang hobi dengan olah raga panjat tebing dan juga bagi Anda yang menyukai tantangan. Pantai Siung ini memiliki hamparan pasir yang putih dan juga beberapa batu karang yang tersebar di sekitarnya.

Pantai Siung ini terkenal dengan batu karangnya yang berukuran raksasa. Karena adanya area untuk panjat tebing, sehingga di pantai ini seringkali ada event- event panjat tebing yang berskala nasional hingga skala internasional. Namun untuk mencapai pantai ini kita harus melewati perjalanan yang cukup menantang. Pasalnya medan jalan untuk menuju pantai ini terkadang tidak rata dan juga berkelok- kelok. Sebaiknya untuk mencapai pantai ini kita menggunakan kendaraan pribadi, yakni motor atau mobil. Sebab, tidak ada angkutan umum yang akan kita temukan di area menuju pantai ini. Pantai Siung ini berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul.

  1. Pantai Jogan
Plaza Mayor

Memang Gunung kidul ini adalah kawasan yang terkenal dan kaya akan pantai, sehingga kebanyakan objek wisata yang ada di Gunung Kidul adalah berupa pantai. Salah satu pantai yang ada di Gunung Kidul selanjutya adalah Pantai Jogan. Gunung Kidul meskipun memiliki banyak seklai pantai, namun pantai di Gunung Kidul ini mempunyai ciri khasnya masing- masing, seperti halnya pantai Jogan ini. Pantai Jogan mrupakan salah satu pantai yang unik karena mempunyai air terjun yang ada di pantai tersebut. Air terjun inilah yang menjadi salah satu pesona yang dimiliki oleh pantai Jogan ini. Air terjun di pantai ini aliran airnya langsung jatuh ke bibir laut Jogan. Air terjun di pantai ini memiliki ketinggian 10 meter, dan sumber air di air terjun tersebut berawal dari perbukitan karst yang ada di sekitar kawasan pantai Jogan dan inilah merupakan keistimewaan kelebihan obyek wisata di Indonesia.

Pantai Jogan ini merupakan pantai yang unik karena memiliki bentang alam yang berbeda dengan pantai umumnya di Gunung Kidul, yakni dikelilingi oleh tebing- tebing tinggi khas pegunungan kapur. Sehingga jika kita berkunjung ke pantai ini, kita akan mendapatkan berkali- kali bonus, yakni selain menikmati pemandangan yang indah, bermain dengan air pantai, kita juga dapat menikmati guyuran air terjun yang ada di pantai tersebut. Namun kita harus sangat berhati- hati jika ingin sampai ke ke bagian bawah air terjun tersebut. Pasalnya, untuk mencapai lokasi tersebut jalan yang dilewati bisa sangat licin. Untuk dapat masuk ke kawasan pantai Jogan ini kita hanya peru membayar tiket masuk sebesar tiga ribu rupiah per orang, jumlah yang fantastis murahnya untuk bisa mengeksplore pantai indah ini sepuasnya. Pantai Jogan berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul.

  1. Pantai Pok Tunggal
Pantai Pok Tunggal

Lagi dan lagi kita bertemu dengan pantai di Gunung Kidul ini.  Selanjutnya ada pantai Pok Tunggal. Pantai ini sangat terkenal dengan pemandangan pohon duras yang tumbuh di area sebelum kita memasuki wilayah pantai. Pantai Pok Tunggal ini menyuguhkan keindahan hamparan pasir putih dan juga barisan tebing yang tegak lurus dengan ketinggian tebing mencapai 40 hingga 60 meter. Pantai ini merupakan pantai yang unik, karena terdapat sumbar mata air tawar yang mengalir melalui aliran sungai bawah tanah yang ada di pantai ini. Dan jika kita beruntung, maka kita akan dapat menyaksikan kawanan monyet liar yang melompat di balik tebing pantai.

Di pantai yang satu ini, cara unik yang dapat kita lakukan untuk menikmati keindahan alam adalah dengan berkemah serta menikmati sunset di pantai ini. Untuk dapat menikmati keindahan pantai Pok Tunggal ini dan masuk di dalamnya, kita hanya perlu mengeluarkan uang sebesar dua ribu per orangnya. Harga tiket mauk yang sangat murah jika dibandingkan dengan keindahan alam yang akan kita dapatkan disana. Pantai Pok Tungga ini berada di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul.

  1. Air Terjun Sri Gethuk
Air Terjun Sri Gethuk...

Sejenak kita tinggalkan suasana pantai Gunung Kidul yang asri untuk melihat pemandangan lain di Gunung Kidul yang tidak kalah memesona. Salah satu objek wisata non pantai yang amat terkenal di Gunung Kidul adalah Air Terjun Sri Gethuk. Ait terjun Sri Gethuk merupakan air terjun setinggi 50 meter yang berada di antara tebing- tebing. Air terjun ini merupakan salah satu objek wisata yang letaknya tersembunyi dan merupakan air terjun di Indonesia. Untuk dapat mencapai air terjun ini kita harus melalui jalan setapak di pematang sawah yang panjangnya kira- kira ½ kilometer, dan dilanjutkan menuruni sebanyak 96 anak tangga.

Keberadaan air terjun ini merupakan wilayah yang unik karena di sekitar kawasan yang mempunyai banyak pantai. Untuk masuk ke area tempat wisata ini kita hanya perlu mengeluarkan uang tiket sebesar tiga ribu rupiah per orang. Jika kita ingin lebih cepat sampai di lokasi air terjun dengan mudah, maka kita bisa menyewa perahu tradisional atau biasa disebut dengan gethek. Untuk menyewanya, kita hanya perlu mengeluarkan uang sebesar lima ribu rupiah per orangnya, jumlah yang murah bukan? Air terjun Sri Gethuk ini berada di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung kidul.

  1. Goa Gelatik
Goa Gelatik

Objek wisata non pantai selanjutnya adalah goa. Salah satu goa yang ada di gunung kidul adalah goa Gelatik. Goa Gelatik merupakan goa yang jika kita kesana maka kita akan mudah menjumpai kumpulan stalaktit dan juga stalakmit yang tersusun rapi dan indah. Goa yang memiliki panjang sekitar 400 meter ini masih terjaga keasliannya. Jika kita ingin menyusuri goa ini sebainya kita membawa peralatan keamanan yang sekiranya diperlukan.

Goa ini merupakan goa yang rendah, sehingga saat kita memasukinya kita harus ekstra menundukkan kepala. Selain itu goa ini juga menjadi tempat hidup kelelawar sehingga kita harus lebih ekstra berhati- hati. Goa Gelatik ini berada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung kidul.

  1. Goa Seropan
Goa Seropan

Gunung kidul merupakan kawasan yang mempunyai banyak tebing- tebing, sehingga banyak juga terdapat Goa di sini. Selain Goa Gelatik, ada pula Goa Seropan. Goa yang satu ini seringkali dijadikan sebagai lokasi untuk kegiatan penyusuran goa atau caving dan juga kegiatan panjat tebing yang membuat orang semakin menguji adrenalinnya untuk berjelajar di dalam goa seropan ini..

Bagi para pencinta alam, goa ini pasti menjadi tempat yang sangat bagus dan favorit untuk di eksplore dan banyak dikunjungi oleh para pencinta alam. Goa ini berada di Desa Semuluh, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul.

  1. Goa Jomblang
Goa Jomblang

Selanjutnya ada goa Jomblang. Goa Jomblang merupakan goa yang terkena;l dengan sebutan “Cahaya Surgawi”. Jika kita melakukan kegiatan caving di goa ini maka kita akan menemukan sebuah lorong alami yang menghubungkan antara Gia Jomblang dan juga Goa Grubug. Di titik inilah kita dapat menyaksikan stalagmit yang berwarna hijau kecoklatan dengan sinar matahari yang menembus kegelapan di dalam goa.

Fenomena seperti ini menghadirkan sebuah [emandangan yang indah dan memukau yang menerangi stalaktit dan stalagmit sehingga membuat permukaan lantai goa menjadi begitu indah. Pemandangan seperti inilah yang disebut sebagai Cahaya Surgawi. Goa Jomblang ini terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul.

  1. Gunung Puba Nglanggeran
Gunung Puba Nglanggeran

Selain pantai, air terjun, dan juga goa, Gunung kidul juga mempunyai tempat wisata berupa gunung. Gunung yang ada di kabupaten gunung kidul ini tergolong unik karena berupa gunung bebatuan. Gunung ini juga dikenal sebagai gunung api purba. Di atas gunung api purba ini kita dapat melihat pesona matahari terbit dan juga matahari terbenam. Dari ketinggian gunung purba ini kita juga dapat melihat gemerlap indahnya kota Jogja yang menawan hati.

Itulah beberapa objek wisata yang ada di kabupaten Gunung Kidul  yang dapat kita jumpai bila kita berkunjung ke sana. Sesungguhnya selain objek wisata di atas masih banyak sekali objek wisata yang akan kita jumpai. Gunung Kidul adalah daerah yang sangat indah yang patut kita eksplore dan mempunyai banyak sekali potensi keindahan alam yang patut dikembangkan. Semoga artikel ini bermanfaat.

GUNUNG BROMO

Wisata Gunung Bromo terletak di Jawa Timur ini memang mengundang banyak wisatawan karena keindahan pemandangan alam dari ketinggian pegunungan, nama Gunung Bromo sendiri diambil dari salah satu dewa utama dalam agama Hindu yaitu Brahma, gunung ini memiliki ketinggian 2329 meter di atas permukaan air laut.

Status Gunung Bromo masih aktif membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan, hamparan gunung nan indah dikelilingi awan putih membuat mata tak jenuh untuk memandang, wisata Gunung Bromo sangat ramai dikunjungi wisatawan khususnya pada hari libur.

Dari Gunung Bromo kita bisa melihat indahnya matahari terbit dari ketinggian 2.780  meter di atas permukaan air laut dihiasi indahnya hamparan pegunungan seperti negeri di atas awan. Tidak sedikit wisatawan ingin mengabadikan momen indah ini, dari atap penanjakan wisatawan dapat melihat indahnya gunung semeru yang mengeluarkan asap yang dibarengi dengan naiknya matahari memberikan cahaya keindahan di Wisata Gunung Bromo ini.

Daftar Isi

Wisata Gunung Bromo

wisata gunung bromo

Wisata Gunung Bromo terkenal akan budaya-nya salah satunya festival Yadnya Kasada atau Kasodo yang dilakukan setahun sekali, ketika acara festifal ini berlangsung tidak sedikit wisatawan datang hanya untuk menikmati festival tersebut, tidak heran jika pada hari tersebut dipenuhi para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Festival Yadnya Kasada atau Kasodo dilakukan dengan memberikan persembahan berupa hewan sembelihan, sayuran dan uang yang dibuang di Kawah Gunung Bromo sebagai simbol rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Sejarah Gunung Bromo

Sejarah gunung bromo dimulai ketika pada masa Kerajaan Majapahit, pada masa itu terjadi penyerangan besar-besaran yang mengakibatkan masyarakat diharuskan berpindah dari kampung halaman hingga akhirnya mereka mengungsi di 2 tempat, satu di pulau bali dan sebagian di lereng Gunung Bromo, ini menjadi cikal bakal agama yang banyak di anut di dua tempat tersebut.

Nama “Tengger” dipercaya datang dari Legenda Roro Anteng serta Joko Seger. “Teng” adalah akhiran nama Roro An-“teng” serta “ger” adalah akhiran nama dari Joko Se-“ger” serta Gunung Bromo juga diakui juga sebagai gunung suci. Orang-orang Hindu menyebutnya dengan nama Gunung Brahma. Sedang orang Jawa menyebutnya Gunung Bromo.

Tempat Wisata di Gunung Bromo

Penanjakan Gunung Bromo

penanjakan gunung bromo

Penanjakan ini merupakan salah satu tempat favorit wisata Gunung Bromo, dari sini kita bisa melihat indahnya deretan pegunungan yang luas yang dibalut oleh awan indah, selain itu dari penanjakan Gunung Bromo ini kita bisa melihat indahnya matahari terbit dengan balutan cahaya keemasan, sangat cocok untuk fotografi.

Berangkat ke penanjakan harus di pagi hari sekitar jam 03.00 pagi untuk dapat menyaksikan indahnya matahari terbit dari penanjakan Gunung Bromo, berangkat lebih pagi diharapkan agar tidak ketinggalan menikmati matahari terbit dan juga mencari tempat yang sesuai agar tidak diduduki oleh wisatawan lain yang lebih pagi.

Pasir Berbisik

Pasir berbisik gunung bromo

Pasir berbisik juga salah satu destinasi wisata Gunung Bromo, pasir bersisik diambil dari keadaan tempatnya yaitu berupa hamparan pasir yang luas dan indah, tempat ini menjadi populer karena pernah menjadi lokasi film pasir berbisik yang dibintangi oleh Sastro Wardoyo. Ditengah-tengah pasir yang luas ini terdapat tempat sembayang masyarakat Suku Tengger.

Bukit Teletubies Gunung Bromo

bukit teletubies gunung bromo

Bukit teletubies gunung bromo juga salah satu destinasi wisata Gunung Bromo, hamparan padang indah nan hijau tumbuh rumput menyerupai bukit teletubies dikelilingi deretan perbukitan membuat tempat ini ramai dikunjungi wisatawan khususnya untuk berfoto ria.

Hamparan padang savana bukit teletubies Gunung Bromo seakan karpet bersih sejuk hijau di letakan diantara perbukitan membuat mata takjub akan keindahannya.

Wisata Agro Kebun Strawberry

Tidak hanya pemandangan alam di wisata Gunung Bromo, anda juga dapat menikmati segarnya buah strawberry yang langsung dipetik dari pohonnya, masyarakat percaya jika strawberry yang tumbuh di Gunung Bromo ini memiliki ciri khas tersendiri, rasa legit dan warna merah merona menjadi ciri khas buah tersebut.

Tidak hanya wisata alam dan budaya juga wisata agro banyak dikunjungi wisatawan karena banyak diantara mereka belum pernah merasakan sensasi memetik buah secara langsung kemudian mereka nikmati, sungguh pengalaman yang luar biasa.

Baca Juga : Tempat Wisata di Ngawi yang Banyak Dikunjungi Wisatawan

Wisata Budaya Gunung Bromo

Masyarakat Tengger yang hidup di gunung Bromo memiliki wisata budaya yang dilakukan setiap tahun sekali menjadi acara rutin dan ramai dikunjungi oleh wisatawan. Pada hari ke 14 festival Hindu Yadnya Kasada masyarakat sering membawa sesaji berupa ternak, buah, sayuran dan yang lain yang dibawa ke puncak Gunung Bromo sebagai tanda rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Asal usul dari ritual ini datang dari legenda pada era ke-15 dimana ada seseorang putri bernama Roro Anteng serta suaminya, Joko Seger. Pasangan ini awalannya tak mempunyai keturunan serta karenanya pasangan ini memohon pertolongan pada beberapa dewa gunung.

Beberapa dewa Gunung lalu memberi mereka 24 anak walau demikian, nyatanya diberikan 25 anak, yang paling akhir bernama Jaya Kusuma, serta dalam kesepakatan pasangan itu dengan beberapa dewa, pasangan itu mesti melemparkan anaknya yang ke 25 ke gunung berapi juga sebagai korban.

festival Hindu Yadnya Kasada Gunung Bromo

Lalu keinginan dari dewa Gunung juga dikerjakan. Sesudah Jaya Kusuma menceburkan diri ke kawah Gunung, dia meminta pada orang-orang Tengger agar menceburkan hasil ladang ke kawah tiap-tiap tanggal 14 bln. kasadha, Kebiasaan melemparkan hasil ladang ke gunung berapi untuk menentramkan beberapa dewa-dewa kuno ini lalu berlanjut hingga sekarang ini serta dimaksud dengan upacara Yadnya Kasada.

Walau beresiko, sebagian warga mengambil kemungkinan naik turun ke kawah gunung itu, dalam usaha untuk membawa barang yang dikorbankan itu dipercayai bisa membawa keberuntungan buat mereka.

Pada padang pasir ada suatu candi Hindu yang dimaksud dengan nama Pura Mulia Poten. Candi itu memegang makna utama untuk orang-orang Tengger yang menyebar di desa-desa pegunungan, seperti Argosari, Ngadisari, Ngadas, Wonokitri, Ranu Prani, Ledok Ombo serta Wonokerso.

Candi ini jadi tempat paling utama dalam upacara Yadnya Kasada tahunan dan juga wisata Gunung Bromo yang berjalan lebih kurang kurun waktu sebulan. Pada hari ke-14, umumnya orang-orang Tengger bakal berkumpul di Pura Mulia Poten ini untuk meminta barokah dari Ida Sang Hyang Widi Wasa serta penguasa Mahameru (Gunung Semeru).

Lalu beragam jenis hasil dari selama pinggir kawah Gunung Bromo jadi sesaji yang bakal dilemparkan ke kawah. Ketidaksamaan yang menonjol pada candi di Bromo ini serta candi yang ada di Bali yaitu type bahan batu serta bahan bangunan.

Pura Mulia Poten yang ada di Bromo memakai batu hitam alami yang datang dari gunung api di dekatnya, sesaat candi di Bali beberapa besar terbuat dari material batu bata merah. Dalam pura ini, ada banyak bangunan serta kandang sesuai didalam komposisi zona mandala.

Masih banyak wisata Gunung Bromo yang muncul seiring berubahnya alam dengan keindahan yang memukau kita wajib melestarikan alam ini demi anak cucu k

PANTAI PARANGTRITIS

PANTAI PARANGTRITIS
Sunset yang Romantis di Parangtritis

Jl. Parangtritis km 28, Yogyakarta 55188, Indonesia

Pantai Parangtritis hanya 27 km dari pusat Kota Jogja dan terkenal memiliki pemandangan sunset yang romantis. Naik bendi menyusuri Pantai Parangtritis sore hari akan menjadi kenangan yang manis.Bagikan di 

Diperbarui tgl 25 Februari 2019

Senja yang Romantis
(YogYes.com / Daniel Antonius Kristanto)

Tiket Masuk Kawasan Pantai Parangtritis dan Depok 2018
Rp7.000 (hari biasa, termasuk asuransi)Rp10.000 (hari libur / event, termasuk asuransi)

Jam Buka Pantai Parangtritis
Senin – Minggu: buka 24 jam

Pantai Parangtritis terletak 27 km selatan Kota Jogja dan mudah dicapai dengan transportasi umum yang beroperasi hingga pk 17.00 maupun kendaraan pribadi. Sore menjelang matahari terbenam adalah saat terbaik untuk mengunjungi pantai paling terkenal di Yogyakarta ini. Namun bila Anda tiba lebih cepat, tak ada salahnya untuk naik ke Tebing Gembirawati di belakang pantai ini. Dari sana kita bisa melihat seluruh area Pantai Parangtritis, laut selatan, hingga ke batas cakrawala.

Pssst, YogYES akan memberitahu sebuah rahasia. Belum banyak orang tahu bahwa di sebelah timur tebing ini tersembunyi sebuah reruntuhan candi. Berbeda dengan candi lainnya yang terletak di daerah pegunungan, Candi Gembirawati hanya beberapa ratus meter dari bibir Pantai Parangtritis. Untuk menuju candi ini, kita bisa melewati jalan menanjak dekat Hotel Queen of the South lalu masuk ke jalan setapak ke arah barat sekitar 100 meter. Sayup-sayup gemuruh ombak laut selatan yang ganas bisa terdengar dari candi ini.

Pantai Parangtritis sangat lekat dengan mitos Ratu Kidul. Banyak orang Jawa percaya bahwa Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Hotel Queen of the South adalah sebuah resort yang diberi nama sesuai legenda ini.

SUNSET YANG ROMANTIS DI PARANGTRITIS

Sunset yang Romantis
(YogYes.com / Daniel Antonius Kristanto)

Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vehicle), tarifnya sekitar Rp. 50.000 – 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Brrrrooom, motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.

Melintasi Gundukan Pasir dengan ATV
(YogYes.com / Daniel Antonius Kristanto)

Baiklah, ATV mungkin hanya cocok untuk mereka yang berjiwa petualang. Pilihan lain adalah bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding. Senja yang remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan di permukaan air semakin membangkitkan suasana romantis.

Naik Bendi Menyusuri Pantai Parangtritis
(YogYes.com / Daniel Antonius Kristanto)

Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.

Makan Jagung Bakar
(YogYes.com / Daniel Antonius Kristanto)

TANAH LOT-BALI

Bagian mana dari Bali yang tak menarik? Menjawab pertanyaan ini tentunya susah, ya. Bali seolah memiliki magnet kuat dengan daya tariknya yang tak habis-habis. Keindahan alam terutama pantainya sudah tak perlu dijelaskan lagi. Pulau ini juga mendapat sebutan Pulau Seribu Pura karena kuatnya pengaruh ajaran Hindu di sini.

Sekarang, bagaimana jika keindahan pantai di Bali disatukan dengan pura sebagai rumah ibadah umat Hindu? Jawabannya adalah kunjungi saja Tanah Lot. Tanah Lot merupakan tempat wisata religi dengan panorama pantai yang indah. Terdiri dari dua pura yang masing-masing berada di atas bongkahan batu karang dan tebing yang menjorok ke laut, Tanah Lot tampak cantik bersahaja.

Tanah Lot

Tanah Lot

Yang disebut dengan Pura Tanah Lot adalah pura yang berada di atas bongkahan batu karang di tengah pantai. Pura ini merupakan tempat pemujaan pada dewa laut, hal ini pula yang membuat pura ini dibangun di lokasi yang sangat dekat dengan laut. Wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke dalam bangunan pura untuk menjaga kesucian dan kesakralan tempat ibadah ini.

Saat air pasang, Anda bisa melihat Pura Tanah Lot seperti mengapung di atas air. Lain halnya saat air surut, di bawah pura terdapat lubang-lubang kecil layaknya gua yang ditempati banyak ular ekor pipih dengan warna hitam berbelang kuning. Konon, ular ini adalah penjaga pura dan memiliki racun 3 kali lebih kuat dari ular kobra. Ular-ular ini relatif jinak dan tak akan menyerang kecuali jika diganggu.

Tanah Lot Bali

Tanah Lot Bali

Keunikan lain dari Tanah Lot ini adalah adanya sumber mata air tawar yang disebut dengan Air Pabersih. Sumber mata air ini tentu saja merupakan sebuah keajaiban tersendiri karena terletak di tengah pantai yang berair asin. Menurut warga setempat, sumber mata air tawar ini pula yang menjadi salah satu alasan dipilihnya pantai ini sebagai lokasi pendirian Pura Tanah Lot karena dianggap sebagai tempat yang suci.

Tanah Lot berjarak sekitar 1 jam dari Bandara atau sekitar 45 menit dari Pantai Kuta yang merupakan tempat wisata populer di Bali lainnya. Tempat wisata ini banyak dikunjungi terutama saat menjelang sore karena pemandangan matahari terbenamnya yang terkenal cantik.

Harga tiket masuk Tanah Lot adalah 15.000 Rupiah. Harga yang cukup murah untuk bisa menikmati wisata religi sekaligus pantai dalam satu tempat wisata di Bali.

Sejarah Tanah Lot

sunset Tanah Lot

sunset Tanah Lot

Tanah Lot berasal dari dua kata yaitu ‘tanah’ yang berarti pulau dan ‘lot’ yang berarti laut. Jika digabungkan, keduanya memiliki arti ‘pulau yang berada di tengah laut’. Selain dari asal usul nama, tempat wisata ini juga memiliki cerita atau legenda yang dipercaya sebagai awal mula berdirinya Pura Tanah Lot.

Dahulu, ada seorang penyebar ajaran Hindu dari Jawa yang bernama Danghyang Nirartha dan mengembara ke tanah Bali. Ia berhasil menguatkan kepercayaan penduduk setempat, namun seorang penguasa desa yang bernama Bendesa Beraban tak menyukai kehadiran Nirartha.

pura Tanah Lot

pura Tanah Lot

Beraban dan pengikutnya berusaha mengusir Nirartha. Oleh Nirartha, keinginannya akan dipenuhi, namun terlebih dahulu ia memindahkan sebongkah batu raksasa ke tengah pantai. Di sana, Nirartha melanjutkan semedinya. Ia juga melemparkan selendang yang dipakainya ke tengah laut. Selendang itu kemudian berubah menjadi ular hitam berbelang kuning dengan ekor pipih yang bertugas menjaga tempatnya bersemedi. Ular tersebut masih bisa dilihat di Tanah Lot sampai sekarang.

Melihat kemampuan Nirartha yang luar biasa, Beraban mersa kagum. Konon, Beraban mengurungkan niatnya mengusir Nirartha dan berbalik menjadi pengikutnya. Kemudian dibangunlah dua buah pura untuk tempat ibadah warga desa, satu pura di atas bongkahan batu yang dipindahkan ke tengah pantai, satu pura lagi di ujung tebing yang menjorok ke laut.

Apa yang bisa dilakukan di Tanah Lot

Meskipun Anda tak diizinkan untuk masuk ke dalam pura, namun masih ada hal menarik lainnya yang bisa Anda lakukan di Tanah Lot. Berikut rangkumannya:

Hunting foto

Apa yang lebih menarik dari mengabadikan keindahan sebuah tempat wisata ke dalam bingkai foto? Dengan memotretnya, Anda bisa mengenang kembali keindahan Tanah Lot dari mana pun.

Siapkan kamera Anda. Pemandangan matahari terbenam di tempat wisata ini menjadi objek foto yang banyak diincar para fotografer amatir dan profesional. Pura Tanah Lot dengan latar senja kemerahan akan membuat foto Anda menjadi sangat cantik untuk dipamerkan ke teman dan keluarga saat pulang nanti.

Berburu suvenir

Di sepanjang jalan masuk menuju ke Pura Tanah Lot terdapat pasar seni yang menawarkan beragam kerajinan tangan khas Bali. Anda bisa menemukan kalung dan gelang kayu berukir, gantungan kunci dari kerang, asbak dengan hiasan pasir dan bintang laut dan juga kaos dengan beraneka tulisan khas Bali.

Saat berbelanja di pasar seni ini, sebaiknya menggunakan kemampuan menawar Anda. Harga yang ditawarkan awalnya relatif tinggi, namun bukan tak mungkin Anda bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau jika bisa menawarnya dengan baik. Sstt, salah satu trik saat menawar adalah gunakan bahasa lokal, sehingga pedagang merasa akrab dengan Anda.

Menguji mitos

Setiap tempat wisata memiliki mitos-mitos unik yang banyak dipercaya. Di Tanah Lot pun demikian. Di sini, berkembang mitos bahwa jika wisatawan mencuci muka dengan Tirta Pabersihan sambil mengucapkan permohonannya, maka tak lama lagi keinginannya tersebut akan terkabul.

Selain mitos Tirta Pabersihan, berkembang satu mitos lagi. Anda bisa memegang ular berekor pipih penjaga pura sambil meletakkan uang koin di dasar air dan mengucapkan permohonan. Ingat, jangan terlalu kasar saat memegang ular tersebut agar mereka tak menyerang Anda.

Apa lagi yang menarik dari Tanah Lot?

Tanah Lot

Tanah Lot

Ritual odalan

Odalan merupakan sebuah ritual atau upacara yang biasa dilakukan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Pada hari tersebut, Pura Tanah Lot akan dipenuhi umat Hindu yang datang dari segala penjuru Bali untuk bersembahyang di sini.

Lokasi dan trasnportasi

sunset Tanah Lot

sunset Tanah Lot

Tanah Lot berada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Untuk dapat mencapai lokasi ini, cara paling praktis adalah dengan menggunakan jasa travel, menyewa kendaraan atau naik taksi. Jika menyewa kendaraan, tak perlu khawatir akan tersesat, ada banyak papan penunjuk jalan ke arah Tanah Lot karena tempat wisata ini sangat populer di Bali.

CANDI DIENG

 Candi Dieng merupakan komplek kumpulan beberapa candi yang terletak dalam satu kawasan di Dieng Wonosobo. Tempat ini menjadi daya tarik wisatawan baik dalam negeri hingga luar negeri untuk datang ke spot wisata di Dieng ini.

Komplek candi Dieng atau terkenal dengan komplek candi arjuna ini terletak di lahan seluas 800 meter persegi. Berada pada ketinggian 2000 meter di atas permukaan air laut, jika anda datang ke Dieng jangan lupa untuk datang ke tempat wisata ini.

Sejarah Candi Dieng

Wisata Candi Dieng atau komplek candi arjuna pertama kali ditemukan pada tahun 1814 dimana pada saat itu tentara inggris mengunjungi kawasan wisata Dieng dan tidak sengaja menemukan beberapa candi tersebut. Pada awal ditemukannya candi tersebut terendam oleh tanah dan genangan air. Pada tahun 1856 dipimpin oleh Van Kinsbergen melakukan pengeringan air yang pada saat itu masih berupa telaga untuk membuka kawasan tersebut. Pembukaan lahan dilanjutkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1864.

Komplek Candi ini merupakan candi Hindu beraliran Syiwa, diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 dan diperkirakan menjadi candi tertua pada masanya. Menurut sejarah penelitian candi ini dibuat dibawah kerajaan Wangsa Sanjaya. Selain itu ditemukan juga sebuah prasasti yang diperkirakan berasal pada tahun 808 M bertuliskan huruf kuno.

Kawasan candi di Dieng ini terbagi menjadi 3 blok dan nama dari beberapa candi ini diambil dari tokoh kitab Mahabarata. Kelompok dari beberapa candi tersebut dinamakan Kelompok Arjuna, Kelompok Gatutkaca, Kelompok Dwarawati dan Candi Bima. Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa kelompok candi di Dieng tersebut.

Komplek Candi Arjuna

candi dieng

Kelompok candi Arjuna ini terdiri dari 4 candi yang berada di ujung selatan di kawasan candi Dieng ini. Kelompok candi arjuna itu sendiri terdiri dari Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Sembadra, candi Puntadewa dan candi Semar. Komplek candi inilah yang dikatakan masih utuh seperti pertama ditemukan, berbeda dengan komplek candi lain yang sudah ditemukan tidak utuh lagi.

Candi Arjuna

candi arjuna dieng

Candi ini hampir mirip dengan candi yang berada di Komplek candi Gedong Songo dimana bentuk dan ukurannya hampir sama. Dengan dasar persegi dan luas sekitar 16 meter persegi, berdiri di atas batur dengan ketinggian 1 meter. Pada bagian depan terdapat pintu candi dengan hiasan pahatan Kalamakara.

Pada bagian sisi lain terdapat batu yang menjorok ke luar dan membentuk bingkai. Dalam bingkai tersebut terdapat pahatan dengan pola kertas tempel dan dihiasi sepasang kepala naga dengan mulut terbuka, pada bagian atas terdapat Kalamakara tanpa rahang bawah.

Atap dari candi ini sendiri berbentuk kubus yang tersusun mengecil pada bagian atasnya, walau sedikit rusak namun ujung kecil pada bagian atasnya masih terlihat. Di dalam candi arjuna sendiri terdapat sebuah tempat atau yoni.

Candi Semar

candi semar dieng

Candi semar berhadapan langsung dengan Candi Arjuna, candi ini berbentuk persegi panjang, candi semar berdiri di atas batur dengan ketinggian lebih rendah dibanding candi Arjuna yaitu sekitar 50 cm.

Dinding candi Semar polos tanpa pahatan hanya terdapat pintu pada bagian depan dan lubang kecil di sebagian sisinya sebagai jendela. Di dalam candi Semar ini hanya sebuah ruang kosong, menurut sejarah candi Semar ini merupakan canding yang digunakan untuk menyimpan senjata, pada bagian atap candi sebagian sudah hilang.

Candi Srikandi

candi srikandi

Candi Srikandi merupakan salah satu candi yang terdapat pada komplek Candi Arjuna Dieng, candi ini terletak di sebelah utara candi Arjuna, berdiri di atas batur setinggi 50 cm candi ini berbentuk kubus.

Terdapat sebuah pintu masuk candi pada bagian depan dan pada bagian sisi utara terdapat pahatan Wisnu, pada sisi timur terdapat pahatan Syiwa dan Selatan terdapat pahatan yang menggambarkan Brahma. Hampir sama dengan Candi Semar, candi Srikandi ini tidak jelas bentuk pada bagian atasnya karena sudah hancur.

Candi Sembadra

candi sembrada dieng

Sembrada juga merupakan bangunan yang masuk dalam komplek Wisata Arjuna, Sembrada berdiri di atas batur dengan ketinggian 50 cm lebih rendah dari Candi Arjuna, jika kita melihat sepintas candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat, terdapat sebuah batu yang menjorok keluar di sebagian sisinya yang digunakan sebagai pintu.

Candi Puntadewa

candi puntadewa dieng

Bentuk Puntadewa tidak seperti candi lainnya dalam satu komplek, candi ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding candi lainnya, tinggi dari candi ini sekitar 2.5 meter dimana pada tangga pintu masuk dilengkapi dengan pipi candi dan berbentuk susun dua sebagai batur candi.

Atap dari Puntadewa itu sendiri hampir mirip dengan Sembadra dengan bentuk kubus besar dan sebagian atap sudah hancur, dibagian sisinya terdapat relung untuk menaruh arca.

Komplek Candi Gatutkaca Dieng

candi gatutkaca

Komplek candi Gatutkaca Dieng terdiri atas 5 Candi yaitu candi Gatutkaca, Setyaki, Nakula, Sadewa, Petruk dan Candi Gareng, namun dari kelima candi ini yang masih utuh terlihat hanya candi Gatutkaca, yang lain ditemukan hanya tersisa reruntuhan candi.

Candi Gatutkaca berdiri pada batur dengan ketinggian sekitar 1 meter dengan susunan denah dasar bujur sangkar, terdapat pintu masuk ke candi pada bagian depan yang dilengkapi dengan tangga yang menjorok keluar.

Bentuk dari Candi Gatutkaca ini seperti bangunan bertingkan dengan sebagian atap sudah hancur, selain itu di sekitar candi Gatutkaca Dieng ini terdapat reruntuhan sisa candi lainnya.

Komplek Candi Dwarawati

candi dwarawati

Kelompok atau komplek candi Dwarawati Dieng juga terdiri dari 4 candi. Keempat candi tersebut adalah Candi Dwarawati, Candi Abiyasa, Candi Pandu, dan Candi margasari. Namun dari keempat candi tersebut yang masih untuh hanya Candi Dwarawati.

Candi Dwarawati bentuknya mirip dengan Gatutkaca dengan bentuk segi empat dan berdiri di atas batur 1 meter. Dwarawati juga memiliki bentuk atap yang hampir mirip dengan Candi Gatutkaca, pada bagian dinding candi masih polos tanpa pahatan.

Candi Bima Dieng

candi bima dieng

Candi Bima terletak lebih jauh dari komplek lainnya yang ada di Dieng. Bangunan ini memiliki bentuk yang cukup berbeda dari dari bangunan kuno yang pernah ditemukan di Pulau Jawa. Bentuk pada bagian alasnya berbentuk bujur sangkar dengan setiap sisi ada yang menonjok keluar.

Bentuk atap dari Candi Bima di Dieng ini sendiri terdiri dari lima tingkatan. Setiap tingkatan membentuk lekukan yang semakin mengecil di setiap ujungnya. Setiap tingkat juga dilengkapi dengan Kudu (Arca setengah badan yang tampat sedang memunduk keluar). Puncak dari Candi Bima sendiri sudah hancur sebagian.

Lokasi / Alamat Tempat Wisata Candi Dieng

Lokasi atau alamat tempat wisata candi Dieng berada di Dieng Kulon, Kecamatan Banjarnegara, Jawa Tengah. Lebih tepatnya anda bisa melihat peta di bawah ini.

Harga Tiket Masuk Wisata Candi Dieng

Harga tiket masuk candi dieng tidak begitu mahal. Jika pada hari-hari biasa untuk masuk ke kawasan wisata candi di Dieng ini hanya dikenakan biaya Rp. 10.000,-/orang, biasanya satu tiket tersebut dapat digunakan untuk dua tempat wisata yaitu bersama dengan kawah sikidang.

CANDI PRAMBANAN

Wisata Jogja – Candi Prambanan

Candi Prambanan

Share ke teman kamuFacebookTwitterWhatsAppLine

Candi Prambanan adalah salah satu kompleks candi yang terkenal di Indonesia dan ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991 selain Candi Borobudur. Tidak sama dengan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha, Candi Prambanan adalah sebuah kompleks candi Hindu.

Meskipun demikian, Lokasi keduanya yang berada di Jawa Tengah juga membuktikan bahwa dahulu umat Buddha dan Hindu hidup berdampingan dengan rukun. Kedua candi besar ini juga menjadi bukti kemajuan peradaban manusia pada saat itu karena mampu membangun candi-candi dengan seni arsitektur yang luar biasa tanpa bantuan teknologi canggih.

Candi Prambanan

Candi Prambanan

Kompleks Candi Prambanan juga disebut memiliki seribu buah candi karena adanya cerita rakyat Roro Jonggrang, namun sebenarnya hanya ada sekitar 240 candi di kompleks tempat wisata ini. Tempat wisata ini menghadap timur, tetapi terdapat empat pintu masuk di masing-masing mata angin. Gerbang utama candi ini adalah yang berada di sebelah timur.

Candi ini merupakan persembahan bagi Dewa Siwa yang dalam ajaran Hindu dikenal sebagai Dewa Penghancur. Menurut prasasti Siwaghra yang saat ini disimpan di Museum Nasional Indonesia, nama asli kompleks candi ini adalah Siwaghra yang berasal dari bahasa Sansekerta, yang mempunyai arti Rumah Siwa.

Karena statusnya sebagai candi persembahan untuk Dewa Siwa, maka candi induk di kompleks ini adalah candi Dewa Siwa yang mempunyai tinggi 47 meter. Candi induk ini diapit dua candi yaitu candi Dewa Wishnu dan candi Dewa Brahma yang masing-masing setinggi 33 meter. Candi ketiga dewa ini disebut dengan Candi Trimurti. Di dalam Candi Trimurti terdapat arca masing-masing dewa. Di depan ketiga candi dewa terdapat tiga Candi Wahana yang mewakili kendaraan masing-masing dewa. Wahana Nandi untuk Dewa Siwa, Angsa untuk Dewa Wishnu dan Garuda untuk Dewa Brahma.

Candi Prambanan

Candi Prambanan

Selain candi-candi tersebut, masih ada banyak sekali candi lain di kompleks ini, yaitu Candi Kelir, Candi Apit, Candi Patok, dan Candi Perwara. Semua candi ini mengelilingi Candi Trimurti. Untuk Candi Perwara, peletakan candi dibagi menjadi empat lapisan atau zona yang disebut sebagai gambaran empat kasta manusia dalam ajaran Hindu. Lapisan terluar diperuntukkan untuk sembahyang kasta sudra, lapisan yang lebih dalam untuk waisya dan dua lapisan berikutnya masing-masing untuk ksatrya dan brahmana.

Selain berbagai tipe candi tersebut, di tempat wisata ini juga terdapat relief yang menceritakan tentang dua kisah fenomenal dalam Hindu yaitu Ramayana dan Krishnayana. Relief ini berada di dinding bagian dalam dari pagar yang mengelilingi Candi Trimurti. Relief Ramayana menceritakan tentang perjuangan Rama yang dibantu oleh Hanoman untuk merebut Shinta, istrinya yang diculik oleh Rahwana. Untuk Krishnayana, relief ini menceritakan tentang perjalanan hidup Krishna sebagai awatara atau reinkarnasi dari Dewa Wishnu.

Di kompleks Candi Prambanan terdapat sebuah museum berbentuk rumah joglo. Museum ini berisi koleksi benda-benda yang berhasil ditemukan di sekitar candi dahulu seperti arca dan bebatuan purbakala.

Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan

Candi Prambanan

Awal berdirinya kompleks Candi Prambanan memiliki dua kisah yaitu cerita rakyat mengenai Roro Jonggrang dan sejarah dibangunnya candi ini pada masa kerajaan Hindu di Jawa yang diperoleh dari hasil penelitian para ahli.

Candi Prambanan dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang. Cerita rakyat ini bermula dari Roro Jonggrang, putri kerajaan yang kecantikannya tak diragukan lagi. Banyak pemuda yang datang dengan maksud melamar sang putri, termasuk Bandung Bondowoso. Meskipun Bandung Bondowoso terkenal sakti dan kuat, namun Roro Jonggrang tidak menyukainya. Setelah berpikir lama, akhirnya Roro Jonggrang mengatakan bersedia menjadi istrinya, namun Bandung Bondowoso harus bisa membangun 1.000 candi dalam waktu semalam. Karena sangat yakin dengan kekuatan yang dimilikinya, pemuda itu menyanggupinya.

Dengan bantuan jin Bandung Bondowoso telah berhasil membangun 999 candi. Roro Jonggrang merasa takut, sehingga muncul ide untuk menumbuk padi yang akan membuat ayam berkokok. Ketika mendengar ayam telah berkokok sementara jumlah candi yang dibangun belum mencapai target, Bandung Bondowoso menjadi bingung dan marah saat tahu itu semua hanya tipuan Roro Jonggrang yang bertujuan untuk menggagalkan usahanya. Akhirnya, Bandung Bondowoso pun mengutuk sang putri menjadi sebuah candi untuk melengkapi jumlah candi yang dimintanya. Candi Dewa Siwa yang merupakan candi induk itulah yang dipercaya sebagai perwujudan Roro Jonggrang setelah dikutuk.

Candi Prambanan

Candi Prambanan

Diluar cerita rakyat yang beredar, Candi Prambanan diperkirakan dibangun pada abad ke-9 atau pada masa Dinasti Sanjaya. Para peneliti mengatakan, tak lama setelah dibangun, Candi Prambanan tidak terurus dengan baik sehingga banyak kerusakan yang terjadi di bangunan ini.

Candi Prambanan ditemukan kembali pada tahun 1733 oleh CA Lons, seorang warga Belanda. Penemuan ini lebih awal jika dibandingkan dengan penemuan Candi Borobudur oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Setelah ditemukan, kompleks Candi Prambanan mulai diperbaiki dan dilakukan berbagai upaya rekonstruksi. Saat ini, Candi Prambanan menjadi kompleks candi Hindu termegah di Indonesia

Apa yang bisa dilakukan di Candi Prambanan?

Di kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara ini, Anda dapat melakukan berbagai hal menyenangkan:

Mengenal seni sastra dan cerita Hindu

Sama seperti Candi Borobudur, di tempat wisata ini juga terdapat relief bercerita. Cara membaca relief ini pun sama, Anda harus masuk dari pintu sebelah timur kemudian berjalan mengitari Candi Trimurti searah putaran jarum jam. Relief di bagian dalam pagar ini memiliki dua kisah yaitu mengenai Ramayana dan Krishnayana.

Tak perlu bingung jika kesulitan membaca relief tersebut. Anda bisa menggunakan jasa pemandu di kompleks Candi Prambanan. Anda juga dapat pergi ke museum yang berada di bagian utara kompleks candi untuk mendapatkan informasi seputar tempat wisata ini. Menariknya, untuk masuk ke museum ini Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi karena sudah termasuk dalam harga tiket masuk kompleks tempat wisata.

Hunting foto

Tempat wisata ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk para pecinta fotografi. Anda bisa mengambil foto dari berbagai sudut dan Candi Prambanan akan selalu tampak cantik kokoh berdiri. Pada malam hari, tempat wisata ini semakin cantik dengan lampu-lampu yang menyala dan mengarah ke Candi Trimurti. Candi ketiga dewa tersebut tampak berdiri megah dengan cahaya keemasan.

Berkeliling kompleks candi

Anda bisa berkeliling tempat wisata seluas 39,8 hektar ini dengan berjalan kaki. Pelataran kompleks ini ditanami banyak tumbuhan sehingga tampak seperti taman yang luas. Berjalan sambil mengamati ukiran pada setiap candi tentu akan membuat Anda lebih kagum pada hasil karya besar ini. Ukiran di candi-candi ini tampak mustahil dikerjakan oleh manusia pada saat teknologi belum berkembang di zaman dahulu.

Berburu suvenir

Di kompleks tempat wisata ini telah dibangun banyak kios yang menjual suvenir khas Candi Prambanan seperti kaos, gantungan kunci, kalung, gelang sampai miniatur candi. Tak hanya suvenir Candi Prambanan, di sini Anda juga bisa menemukan miniatur dan kaos Candi Borobudur.

Apalagi yang menarik di Candi Prambanan?

Candi Prambanan 5

Candi Prambanan

Jika ingin menikmati Candi Prambanan dengan cara yang berbeda, datanglah pada malam purnama setiap bulannya pada pukul 20.00 – 22.00. Pada saat itu, digelar pertunjukan sendratari Ramayana di panggung terbuka trimurti dengan latar ketiga candi dewa yang disoroti lampu. Pertunjukan di panggung terbuka ini hanya dilakukan pada saat musim kemarau, sedangkan pada musim hujan, lokasi pertunjukan dipindahkan ke panggung tertutup.

Jam buka Candi Prambanan

Setiap hari: 06:00 – 17:00

(Pada saat digelar pertujunkan sendratari Ramayana, Anda masih bisa masuk ke Candi Prambanan pada malam hari setelah membeli tiket)

Harga tiket masuk Candi Prambanan

Dewasa: 30.000 Rupiah untuk WNI dan 18 USD untuk WNA

Anak-anak: 12.500 Rupiah untuk WNI dan 9 USD untuk WNA

Alamat dan transportasi

Candi Prambanan

Candi Prambanan

Candi Prambanan terletak di dua kabupaten dan dua provinsi sekaligus yaitu Sleman, Yogyakarta, dan Klaten, Jawa Tengah.

Jika ingin menggunakan kendaraan umum, Anda bisa naik bus Trans Jogja 1A dari Jalan Malioboro, Yogyakarta. Waktu tempuh untuk menuju ke Candi Prambanan adalah sekitar satu jam.

DANAU TOBA

Hay para pembaca yang setia kembali lagi bersama saya di wisata Indonesia, Baiklah kali ini saya akan membahas tentang  salah satu wisata yang ada di SUMATERA UTARA yaitu Danau Toba yuk ikut simak ceritanya di bawah ini dibawah ini.

Wisata Danau Toba, Keunikan Dalam Keindahan Sang Danau Legenda

Sumatra

Wisata danau Toba merupakan dari sedikit wisata danau yang paling terkenal di Indonesia. Selain danau Toba memiliki keindahan alam yang memukau, danau Toba menyimpan cerita legenda yang wajib Untuk anda ketahui. Wisata alam danau Toba merupakan satu diantara dari danau yang menyimpan kekayaan alam yang sangat banyak. Sampai saat ini keindahan danau Toba tidak kalah dengan pemandangan alam yang lain nya.

Wisata Danau Toba Sumut

Hingga sekarang telah banyak wisatawan hingga wisatawan mancanegara sudah berkunjung ke danau Toba. Di balik panorama keindahan dari danau Toba tersebut terselip sebuah cerita dongeng nusantara. Cerita danau Toba di mulai dari suatu lembah di Sumatra Utara dengan aktor utama si petani pekerja keras dan putri ikan ajaib.

danau toba

Menurut informasi dari ahli ilmu Geologi bahwa kawah dari danau Toba terbentuk karena terjadi letusan gunung berapi jenis super vulkanik yang terjadi sekitar 77.000 tahun silam. Bahkan letusan tersebut tergolong maha dahsyat apabila dibandingkan dengan letusan gunung berapi lainnya, dipercaya ledakan tersebut mencapai ribuan kali letusan pada gunung berapi normal. Dampak ditimbulkan pun berpengaruh dengan iklim di seluruh dunia kala itu.

lokasi danau toba

Info Wisata Surabaya :Harga Tiket Masuk Dan Lokasi Atlantis Land Surabaya Jawa Timur

Info Wisata Medan :Harga Tiket Masuk Dan Lokasi Istana Maimun Medan Sumatera Utara

Cerita legenda danau Toba sudah tersebar dan di ketahui seluruh Indonesia. Saat ini danau Toba menjadi objek wisata populer di Indonesia, sebuah danau indah nan luas, dengan pemandangan yang eksotis, terdapat pulau Samosir di tengah danau Toba. Sebuah destinasi wisata danau Toba yang mengajarkan kita sebuah arti hidup. Ada beberapa alasan tepat, mengapa anda perlu untuk mengunjungi wisata alam danau Toba:

wisata danau toba
  1.  Keindahan Alam Dan Suasana Tenang

Bagi anda ingin menghabiskan liburan panjang atau pun hanya liburan pada akhir pekan, maka wisata alam danau Toba menjadi rekomendasi wisata yang tepat. Anda bisa menikmati keindahan alam sambil bersantai dan rehat sementara dari penat nya dunia kerja serta interaksi sosial melelahkan. Ketenteraman semacam ini lah, hanya anda dapatkan dari danau Toba.

  1. Udara Alam Yang Sejuk

Selain panorama alam memukau, di wisata danau tersebut anda akan merasakan udara alam yang sejuk dan tenang. Dengan begitu anda tidak perlu untuk jauh jauh rekreasi ke luar negeri bila hanya mencari suasana atau pun udara alam yang sejuk, udara di sekitar wisata alam danau Toba tidak kalah dengan Eropa.

rute danau toba
  1. Panorama Alam

Bila anda memang ingin berlibur dengan melupakan sejenak masalah pekerjaan di kantor, maka wisata alam danau Toba ini memberikan sensasi yang tak terlupakan. Disana anda akan mendapati panorama keindahan alam seperti danau, pulau yang berada di tengah danau dan juga lereng lereng bukit yang indah.

Sekedar informasi saja, bahwa luas danau Toba ini sendiri mencapai 2 kali lipat luas negara Singapura. Bagaimana anda dapat merasakan sensasi nya bukan? Lokasi berada di puncak gunung berapi raksasa yang telah aktif kisaran 75.000 tahu yang lalu menjadi panorama alam begitu indah. Belum lagi, terdapat deretan gunung gunung sekeliling nya, serta arak arakan awan yang menghiasi di atasnya. Menjadikan danau Toba ini kian menakjubkan.

  1. Masyarakat Danau Toba
pulau samosir

Di danau Toba, pengunjung tak hanya melihat panorama keindahan alam menakjubkan tetapi anda pun akan mendapati masyarakat Toba yang ramah dan bersahabat. Tradisi adat istiadat warga batak Toba akan membuat anda jatuh cinta, anda pun dapat mendalami atau sekedar mengetahui tradisi disana dari sebagian warga asli Samosir.

Info Wisata Malang : Panduan Wisata Terbaru Museum Angkut Malang Lengkap

Info Wisata Medan :Lokasi Dan Harga Tiket Masuk Upside Down World Medan

Terlihat hamparan luas sang danau legenda di Sumatera Utara ini memang tidak sama dengan danau pada umumnya, malahan danau ini menyerupai sebuah lautan biru mempesona. Oleh karena itu pada akhirnya danau Toba dijadikan sebagai danau ter-luas dan terbesar di Asia Tenggara serta menjadi danau kedua terbesar kedua setelah danau Victoria di Afrika, untuk kedalaman danau Toba menjadi kan nya sebagai danau ter-dalam di dunia yang menurut administratif kedalamannya hingga 450 meter, sedangkan untuk panjang 100 kilometer dan lebar 30 meter.

danau toba sumut

Wisatawan pada umumnya berwisata kesana melakukan berbagai kegiatan menyenangkan seperti pendakian gunung, berlayar mengarungi wisata danau Toba dengan menggunakan kapal layar, berenang, dan berkunjung ke pulau Samosir Sumatra Utara. Berada di lokasi wisata danau Sumatera Utara ini tak akan merasakan kebosanan, pasalnya danau tersebut menyajikan keindahan alam menakjubkan, terutama keindahan alam yang wisatawan dapatkan ketika berkunjung ke pulau Samosir yang lokasinya tepat berada di tengah-tengah danau.

samosir island

Walaupun telah lama dibuka untuk umum untuk menjadi destinasi wisata Sumatra Utara, pulau Samosir senantiasa dijaga keindahan alamnya yang masih jarang terjamah oleh manusia. Luas pulau Samosir hampir sama dengan luas negara tetangga yakni Singapura. Pulau Samosir kebanyakan  dihuni oleh suku batak Samosir.

pulau samosir

Pulau Samosir memiliki dua danau indah yakni dikenal dengan danau Sidihoni dan danau Aek Natonang. Di wilayah sekitar danau di pulau Samosir terdapat hutan-hutan pinus yang tertata dengan rapi di pinggiran pulau. Tak hanya itu saja, disana pun ada panorama air terjun yang masih asri memukau. Bahkan sekarang di pinggiran wisata danau Toba terdapat pemandian air panas dengan air belerang yang konon bagus untuk menyembuhkan dan menyehatkan kulit.

Waktu Tepat Berkunjung

Ada beberapa waktu yang paling tepat untuk berkunjung di danau Toba, semua tergantung kebutuhan keinginan dari wisatawan. Misal berlibur, ingin memenangkan pikiran, berlibur untuk melihat festival dan sebagainya. Bila anda ingin berlibur untuk mendapatkan pengalaman seru seperti festival, maka berkunjung di bulan september hingga november akan memberikan anda momen yang berkesan.

adat danau toba

Bila anda hanya ingin bersantai di kawasan danau Toba, maka di bulan Mei hingga September merupakan waktu yang paling tepat. Karena di bulan bulan tersebut cuaca sedang masuk musim kemarau, sehingga anda dapat menikmati keindahan alam tanpa terganggu oleh hujan. Di bulan Mei merupakan bulan terbaik mengingat kondisi suhu di lokasi wisata yang sejuk dan kondusif.

Info Wisata Medan : Wisata Taman Paling Favorit Di Sumatra Utara The Le Hu Garden Medan

Info Wisata Medan : Harga Tiket Masuk Dan Lokasi Penangkaran Buaya Medan Sumatera Utara

Lokasi Danau Toba Sumatra

Lokasi danau terbesar di Indonesia ini berada di tujuh kabupaten berbeda yang mengelilingi kawasan wisata yakni kabupaten Tobasa(Toba Samosir), Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Karo dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Sejak baru di buka nya bandara Silangit baru baru ini, maka anda pun dapat dengan mudah untuk akses ke danau Toba. Karena maskapai Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia telah membuka rute baru langsung dari Jakarta ke bandara Silangit yang terletak di kecamatan siborong borong. Dari bandara Silangit anda hanya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 1 jam untuk sampai ke Parapat dan anda pun akan tiba di wisata alam danau Toba.

bandara silangit

Bila ingin menggunakan pesawat terbang sebagai alat transportasi ke danau Toba, anda perlu menyiapkan biaya kurang lebih Rp. 1.7800.000, menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Dari bandara Silangit ke Parapat anda perlu menyewa mobil atau taksi dengan kisaran harga 350.000 yang dapat menampung 4 sampai 5 orang.

Tidak lengkap seperti nya apabila anda tidak berkunjung ke pulau Samosir saat berkunjung di danau Toba. Untuk menuju ke pulau Samosir, anda membutuhkan menyewa kapal Feri. Perjalanan menyeberang membutuhkan waktu kurang lebih 30 sampai 50 menit. Ketahui juga jam berangkat kapal feri dari Parapat ke pulau Samosir, agar tak ketinggalan.

Nah kira kira seperti itu lah beberapa informasi yang bermanfaat saat wisata danau Toba. Apabila anda kurang paham kondisi pada wilayah tersebut, maka sebaiknya sewa lah guide tour profesional yang akan memandu perjalanan wisata anda, dengan begitu perjalanan akan lebih menyenangkan dan tidak ada kendala. Sekian informasi yang dapat kami berikan terimakasih.

AMPERA

Jembatan Ampera di Sungai Musi Malam Hari

Hayy travelerss kembali lagi dengan saya J baiklah kali ini saya akan membahas wisata yang ada di kota amperqa yakni Jembatan Ampera yuk simak  informasinya di bawah ini ….

Kategori: Tempat Wisata | Area: Sumatera Selatan

Jembatan Ampera yang berada di tengah atau pusat kota dan menjadi penghubung daerah Seberang Ilir dan Seberang Ulu. Kedua daerah ini dipisahkan oleh sebuah sungai yang bernama Sungai Musi. Selain kuliner khas Palembang yang sangat populer, Jembatan Ampera sudah menjadi ikon dari Kota Palembang. Jembatan ini mulai dibangun pada bulan April tahun 1962 setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno dengan biaya diambil dari pampasan perang Jepang.

Jembatan Ampera Tempo Dulu

Jembatan Ampera sendiri dulunya bernama Jembatan Bung Karno. Pemberian nama “Bung Karno” merupakan sebuah bentuk penghargaan kepada beliau yang memperjuangkan keinginan masyarakat Palembang untuk menyatukan Seberang Ulu dengan Seberang Ilir. Pada saat itu, Jembatan Ampera merupakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Penggantian nama Jembatan Bung Karno terjadi pada tahun 1966, saat terjadi pergolakan politik di Indonesia yang kemudian nama jembatan tersebut diganti menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Pada awalnya bagian tengah badan Jembatan Ampera dapat dikontrol naik turun, mengingat pada masa itu, Sungai Musi merupakan jalur utama perdagangan yang mengandalkan transportasi laut. Namun, seiring dengan perkembangan di Kota Palembang pada tahun 1970 yang kian padat dianggap mengganggu arus lalu lintas transportasi darat. Oleh karena itu, naik turun jembatan tidak dioperasikan lagi. Karena waktu yang diperlukan untuk mengangkat jembatan tersebut relatif lama yaitu sekitar 30 menit.

Objek Wisata

Kota Palembang, Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan sejarah budaya di Indonesia. Jalan-jalan ke Kota Palembang pastilah terasa tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Jembatan Ampera yang membentang di atas Sungai Musi yang indah.

Keindahan Jembatan Ampera dan Sungai Musi, Palembang

Sungai Musi tidak bisa dipisahkan dari Jembatan Ampera dan Sumatera Selatan. Sungai Musi dan Jembatan Ampera menjadi salah satu kebanggaan Sumatera Selatan. Sungai Musi adalah sungai terpanjang di Pulau Sumatera, panjangnya mencapai 750 Km dengan lebar 500 Meter. Sungai yang membelah Provinsi Sumatera Selatan dari Timur ke Barat ini bercabang-cabang. Sungai Musi memiliki delapan anak sungai besar yaitu, Sungai Komering, Sungai Leko, Sungai Rawas, Sungai Lakitan, Sungai Kelingi, Sungai Lematang, Sungai Semangus dan Sungai Ogan.

Apabila Anda ingin melihat keindahan dari Jembatan Ampera ini adalah di waktu malam hari karena di waktu itulah jembatan ini selalu dihiasi dengan lampu-lampu yang warna-warni dan sangat terang serta memancar ke segala arah. Arah sinar dari lampu yang memancar itu tidak hanya menyamping, tetapi menjulang ke atas langit. Keindahan ini tampak lebih sempurna karena teknik pencahayaan yang digunakan ditata secara khusus, sehingga kemegahan jembatan ini semakin terlihat sempurna. Di atas Sungai Musi, pengunjung bisa melihat secara langsung rumah apung atau yang lebih terkenal dengan sebutan rumah sakit yang menjadi rumah khasnya Palembang. Lebih seru lagi, jika Anda datang pada saat  diadakannya festival air di Sungai Musi. Biasanya acara yang digelar adalah perlombaan perahu, kontes menghias perahu, dan perlombaan menyeberang sungai.

Lokasi

Sungai Musi dan Jembatan Ampera berada tepat di pusat Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Akses

Untuk mencapai Kota Palembang, wisatawan dapat menggunakan jalur transportasi udara melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang.

Harga Tiket

Untuk berkunjung ke Sungai Musi dan Jembatan Ampera, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya, Anda dapat bebas kapan saja datang untuk menikmati keindahan dari ikon kebanggaan masyarakat Kota Palembang ini.

Fasilitas dan Akomodasi

Apabila berasal dari luar Kota Palembang, jangan khawatir, karena di kota ini terdapat berbagai macam penginapan, mulai dari hotel berbintang sampai hotel kelas melati. Anda juga tidak perlu khawatir dengan sajian kulinernya, sebab sambil menikmati nuansa Sungai Musi dan Jembatan Ampera ini banyak pedagang makanan yang menjajakan makanan yang cukup lezat, seperti pempek, mie celor, model, bakso, mie ayam dan lain-lain

Wisata Malioboro

Malioboro Yogyakarta Wisata Belanja Dan Sejarah

Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough

Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian. Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.

Untuk menunjang tujuan tersebut maka selanjutnya Kolonial Belanda mendirikan :

  • Benteng Vredeburg, ( didirikan pada tahun 1765. Sekarang benteng tersebut dikenang menjadi sebuah museum yang di buka untuk wisata publik )
  • Istana Keresidenan Kolonial ( sekarang menjadi Istana Presiden Gedung Agung di tahun 1832M )
  • Pasar Beringharjo, Hotel Garuda ( dahulu sebagai tempat menginap dan berkumpul para elit kolonial.
  • Kawasan Pertokoan Malioboro ( menjadi pusat perekonomian kolonial )

Bangunan-bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Malioboro tersebut menjadi saksi bisu perjalanan kota ini dari masa ke masa.

Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya.

Anda jangan heran melihat harga barang ditempat ini, misalnya penjual souvenir menawarkan barang tersebut seharga Rp.50.000,- Kalau anda tertarik barang tersebut maka tawaran tersebut harus segera disusul dengan proses tawar menawar dari wisatawan. Dari proses tersebut harga menjadi turun drastis, misalnya pedagang tersebut akhirnya rela melepas barang tersebut dengan harga Rp.20.000,-. Hal ini juga berlaku bila wisatawan berkunjung dan belanja di pasar tradisional Beringharjo yang letaknya tak jauh dari Malioboro. Begitulah keunikan tradisi dari wisata belanja di Malioboro, pembeli harus bisa tawar menawar.

Kawasan Malioboro dekat dengan obyek wisata sejarah lainya yang sangat banyak menyimpan cerita sejarah yang menarik. Setelah anda berbelanja di Malioboro anda bisa meneruskan mengunjungi obyek wisata lain yang jaraknya cukup dekat. Tempat dan obyek wisata tersebut seperti berwisata arsitektur peninggalan kolonial Belanda dan wisata belanja tradisional lainnya. Obyek wisata sejarah yang berdekatan dengan Malioboro seperti : Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo dan Kampung Kauman.

Wisata Arsitektur peninggalan kolonial di Yogyakarta yang masih bisa disaksikan seperti Gedung Siciatet ( sekarang menjadi Taman Budaya ), Bank Indonesia, Hotel Inna Garuda dan Bank BNI’46. Sedangkan wisata belanja tradisional yang cukup berdekatan dengan Malioboro terdapat di Pasar Ngasem dan Pasar Beringharjo. Terdapat juga perpustakaan umum milik Pemerintah Provinsi DIY bagi wisatawan yang gemar membaca.

Wisatawan juga dapat menyaksikan kekhasan lain dari Malioboro seperti puluhan andong dan becak yang parkir berderet disebelah kanan jalan pada jalur lambat Malioboro. Sedangkan pada sebelah kiri jalan wisatawan dapat melihat ratusan kendaraan bermotor yang diparkir berjajar yang menjadi tanda bahwa Malioboro merupakan kawasan yang banyak menyedot para pengunjung.

Aktivitas wisatawan di Malioboro tidak hanya pada siang hari saja, akan tetapi di kawasan Malioboro ini aktivitas wisata akan terus berlanjut dengan adanya nuansa makan malam yang disediakan warung-warung yang bermunculan pada malam hari, terutama setelah pukul 21.00 WIB. Sambil menyantap hidangan di warung lesehan Malioboro, wisatawan akan dihibur oleh musisi jalanan yang mengunjungi lesehan tersebut sambil mengalunkan lagu-lagu tertentu.

Lokasi

Alamat : Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta Deaerah Istimewa Yogyakarta.

Akses

Malioboro merupakan kawasan wisata yang menjadi andalan dari kota yogyakarta sehingga banyak cara untuk sampai ketempat ini. Dari Terminal Giwangan atau halte yang tersebar di kota Yogyakarta menggunakan bus kota jalur 4 dan bus Transjogja trayek 3A atau 3B.

Wisatawan juga bisa menggunakan jasa taksi dengan memesan via telepon maupun bisa mencegatnya di pinggir jalan. Bisa juga menggunakan andong atau becak sambil menikmati suasana kota Yogyakarta.

Harga Tiket

Kawasan Malioboro merupakan tempat umum sehingga wisatawan tidak dikenakan biaya, hanya dikenakan biaya perkir kendaraan.

Fasilitas

Fasilitas dan akomodasi sebagai sarana penunjang yang mendukung sektor kepariwisataan di tempat ini sudah sangat lengkap. Hotel berbintang lima sampai dengan hotel kelas melati banyak tersedia disekitar tampat ini seperti di Jalan Mangkubumi, Jalan Dagen, Jalan Sosrowijayan, Jalan Malioboro, Jalan Suryatmajan dan Jalan Mataram. Atau mencari penginapan di bagian barat, yaitui di Jalan Ngasem dan daerah Wijilan yang letaknya tidak jauh dari Malioboro.

Rumah makan pun banyak tersebar di wilayah ini dengan menu dan selera yang sangat beragam mulai dari warung angkringan ( warung berbentuk gerobak yang menyediakan makanan lokal ), masakan khas Yogyakarta yang disajikan dalam suasana lesehan seperti gudeg, nasi goreng, sambel+lalapan dan sebagainya. Tersedia juga restoran atau cafe yang menyediakan makanan masakan cina, fast food atau masakan ala barat berupa steak, beef lasagna dan lain-lain.

Fasilitas lain berupa tempat ibadah, polisi pariwisata, pos informasi, kios money changer, ATM, warnet, tampat parkir dan lain-lain. Tersedia juga kios yang menyediakan oleh –oleh makanan khas Yogyakarta yang berada di Jalan Mataram atau sebelah barat Malioboro yang menyediakan beragam jenis dan bentuk oleh-oleh dan penganan khas Jogja seperti yangko, geplak, bakpia, berbagai jenis keripik dan lain-lain.

Wisata Indonesia

Assalamuallaikum wr. wb

Hai teman teman, jumpa lagi dengan kita nihh kali ini kami akan membahas tentang salah satu wisata yang ada di kuningan yaitu cibulan.

Kuningan. Setiap daerah tentu ada sejarahnya, begitu juga asal muasal suatu daerah tentu  ada sejarahnya juga, nah sekarang MJ akan sedikit membagikan beberapa sejarah tentang objek wisata cibulan yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

Ada beberapa versi yang menyebutkan tentang objek wisata ini namun disini MJ mencoba menjadikannya menjadi satu.

Objek Wisata Kolam Renang Cibulan dibangun pada tahun 1935 oleh Bupati Saat ini dengan nama “Cibulan Jaya” Kata Cibulan sendiri berasal dari kata Cai (Air) Katimbulan (Muncul). Konon menurut cerita masyarakat di daerah tersebut, timbulnya sumber air di Cibulan berasal dari cerita Putri Buyut Manis yang terkenal dengan kecantikannya dipinang menjadi permaisuri oleh Putra Buyut Talaga. Tetapi, Putri Buyut Manis telah mempunyai kekasih pilihannya sendiri, hingga dalam hati Putri Buyut Manis tidak setuju dan tidak mau atas pinangan Putra Buyut Talaga tersebut. Kemudian dia pergi dan menghilang, di tempat dimana Putri Buyut Manis menghilang inilah  timbul sumber-sumber mata air, dari situlah muncul nama Cibulan.

Versi selanjutnya mengatakan Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam ratusan tahun yang lalu yang berpusat di Cirebon, akan mengislamkan daerah Kuningan, maka sampai di daerah Cibulan para wali menemukan sumber mata air yang selanjutnya dijadikan tempat peristirahatan. Selanjutnya dibuatlah kolam dan ditanami ikan kancra bodas. Ikan tersebut sekarang dijadikan ikan keramat dan dinamakan ikan dewa, ikan jenis ini juga yang terdapat di kolam renang Cigugur, Darmaloka, Linggarjati dan Situ Pesawahan.

Cerita berikutnya tentang Objek Wisata Cibulan ini,  Tempat ini dahulunya merupakan tempat Patilasan Prabu Siliwangi di sekitar Patilasan terdapat  sumur-sumur kecil, yang terkenal dengan sebutan “SUMUR TUJUH”.  Ditengah-tengah ke tujuh sumur  oleh Prabu Siliwangi dipergunakan sebagai tempat bersemedi. Sumur tersebut juga oleh Prabu Siliwangi dipergunakan untuk keperluan membasuh muka dikala beliau akan mensucikan diri dan mengheningkan cipta. Adapun mengenai ikan yang ada di sana menurut versi ini merupakan penjelmaan dari para pengawal prabu Siliwangi yang membangkang sehingga berubah menjadi Ikan.
Adapun nama-nama sumurnya ialah

  1. Sumur Kejayaan;
  2. Sumur Kemulyaan;
  3. Sumur Pengabulan,
  4. Sumur Cisandane;
  5. Sumur Kemudaan;
  6. Sumur Keselamatan;
  7. Sumur Cirancana

Bagaimanapun sejarah mengenai tempat ini, lebih baik kita menjaganya agar tempat ini tetap lestari dan terjaga.

oke itulah cerita singkat tentang cibulan terimakasih 🙂

wassalamuallaikum wr. wb

Design a site like this with WordPress.com
Get started